MelangkahYuk – Ketika kita sudah merampungkan suatu studi, biasanya kita mengambil dua opsi yaitu melanjutkan studi berikutnya atau mencari pekerjaan. Mencari pekerjaan dengan ijazah dan semua keahlian yang kamu dapatkan ketika kuliah serta menyiapkan mental yang kuat. Terkadang mental yang kuat menjadi salah satu alasan diterimanya kamu dari suatu pekerjaan. Tetapi banyak dari kita yang tidak mempersiapkan hal ini sehingga membuat kita gagal dalam suatu pekerjaan. Tak hanya melamar satu atau dua perusahaan, tetapi belasan bahkan puluhan perusahaan yang kamu lamar tidak satupun memberi kabar selanjutnya. Jangan bersedih, berikut adalah hal yang dapat kamu pelajari saat melamar pekerjaan.

Surat lamaran dan CV yang kurang meyakinkan

Surat lamaran dan CV adalah hal yang penting dalam melamar pekerjaan.  Surat lamaran dan CV menjadi langkah awal dalam proses melamar pekerjaan. Dua hal ini yang akan menentukan kamu untuk lolos ke tahap selanjutnya. Buatlah surat lamaran dan CV yang menarik, spesifik dan fokus. CV dapat kamu fokuskan pada skill yang kamu kuasai, terlebih jika skill yang kamu kuasai jarang dimiliki oleh pelamar lain.

Melamar di lowongan pekerjaan yang salah

Melamar pekerjaan tentu tak boleh sembarangan. Pekerjaan yang kamu lamar harus disesuaikan dengan skill dan pendidikan yang kamu tempuh. Jangan melamar pekerjaan ketika studi dan skill yang kamu kuasai berbeda dengan lowongan pekerjaan. Hal itu akan membuat kecilnya prosentase untuk lolos ditahap berikutnya. Pikirkan secara matang apakah lowongan tersebut cocok dan sesuai denganmu.

Datang ke sesi wawancara tanpa persiapan yang matang

Menghadiri panggilan wawancara tanpa persiapan yang matang adalah suatu kesalahan. Carilah informasi tentang perusahaan tersebut, serta pekerjaan yang dilamar. Pihak HRD biasanya akan menanyakan alasan motivasimu bekerja dalan perusahaan tersebut. Ajukanlah alasan yang tepat, jangan jadikan mencari uang sebagai alasan utama. Alasan seperti “ingin mengembangkan diri” dan “memanfaatkan ilmu” dapat kamu gunakan.

Terlalu sibuk bicara diri sendiri dalam wawancara kerja

Wawancara kerja bukanlah bentuk “waktumu” dalam mempromosikan diri. Banyak dari kita yang sibuk membicarakan diri sendiri tanpa tahu apa akibatnya. Ingat, perusahaanlah yang sedang mencari pegawai untuk mengisi posisi tersebut. Tanyakan keuntungan yang didapat jika bergabung dengan perusahaan tersebut serta yakinkan bahwa mereka layak memilihmu sebagai kandidat terbaik.

Banyak berbagi hal negatif

Jika kalian pernah bekerja sebelumnya jangan bicarakan hal negatif yang terjadi sebelumnya. Ingat, apa yang kamu katakan akan menggambarkan watakmu yang sesungguhnya. Jangan bicarakan hal negatif tentang bosmu, rekan kerjamu, management di perusahaan sebelumnya. Pastikan hanya menjabarkan hal ini jika HRD memintamu. Tetapi juga harus mengandung hal yang bermuatan positif. Tunjukan bahwa meskipun kamu harus berhadapan dengan bos yang pemarah, kamu tetap bisa menyelesaikannya tepat waktu dan profesional. Juga tim kerja yang tidak kompak justru memacumu bekerja lebih keras.

Enggan menindaklanjuti nasibmu sendiri

Terkadang ketika kita telah wawancara, HRD berkata akan memberitahumu satu minggu lagi. Tetapi banyak dari kita yang cuma menunggu apa yang dikatakan HRD, bukan kita yang menjemput bola. Ingat bahwa kita butuh pekerjaan, kita dapat menanyakannya lewat sms, telepon atau email. Bila perlu katakan terimakasih kepada HRD tersebut karena telah menyempatkan diri untuk wawancara.

Mindset takut gagal

Banyak dari kita yang percaya diri ketika melamar pekerjaan, namun ketika wawancara minder dan grogi karena banyak pelamar lain yang terlihat lebih jago dari kita. Ingat tidak peduli siapa kamu, darimana kamu berasal, lulusan mana kamu, percaya dirilah dalam menghadapi wawancara. Tetap berpikir optimis dan jawablah pertanyaan dengan singkat dan tepat.