MelangkahYuk – Semua mahasiswa tahu apa yang namanya skripsi. Skripsi adalah suatu tugas akhir bagi mahasiswa sebagai salah satu syarat lulus. Sama seperti mata kuliah lain, mata kuliah ini ternyata ditanggapi berbeda oleh mahasiswa. Ada yang menjadikan hal yang menyenangkan, ada pula yang menjadikan momok menakutkan. Beberapa bahkan sampai menunda mengerjakannya hingga bertahun-tahun. Tetapi banyak pula yang menyelesaikannya tepat waktu. Hal itu karena beberapa faktor seperti dosen pembimbing, materi yang kurang dikuasai, sedikit referensi. Sebagai mahasiswa kita sudah tahu bahwa skripsi ini merupakan hal yang harus dihadapi bagi mahasiswa. Berikut beberapa cara untuk menghadapi skripsi.

Carilah topik yang menarik

Melakukan sesuatu yang kamu sukai pasti akan terasa lebih mudah. Begitu pula dengan skripsi. Topik yang menarik pasti akan terasa mudah untuk dikerjakan. Carilah topik yang menurutmu menarik. Cari tahu juga inti masalah yang ingin kamu ulas? Siapa orang yang akan terlibat? Siapa dosen pembimbing yang akan membimbingmu? Apakah banyak sumber referensi yang dapat kamu jadikan acuan? Kamu harus mencari sebanyak-banyaknya tentang topik yang akan kamu pilih. Semakin kuat permasalahan daripada topikmu, semakin mudah pula dosen pembimbing untuk menyetujuinya.

Pilih metode yang kamu kuasai

Setelah kamu mendapatkan topik yang kamu pilih, tentukanlah metode apa yang akan kamu gunakan. Apakah metode kualitatif atau metode kuantitatif? Ingat, pilih metode yang paling kamu kuasai. Banyak dari kita yang hanya ikut-ikutan teman hanya karena metode tersebut terlihat lebih gampang. Hal yang terlihat gampang bagi orang lain, belum tentu gampang bagimu. Banyak dari kita yang stuck pada masalah ini cuma karena ikut-ikutan teman. Skripsimu adalah milikmu dan kamulah yang akan mengerjakannya. Jangan terjebak dengan terlalu menghiraukan opini orang lain.

Cari narasumber dan referensi yang mudah didapat

Narasumber dan referensi juga merupakan hal yang penting dalam mengerjakan skripsimu. Banyak dari kita yang mentok dan berhenti ditengah jalan hanya karena narasumber dan referensi yang kita dapatkan sedikit. Pastikan narasumber bersedia untuk diwawancarai. Serta referensi yang kita butuhkan juga banyak tersedia. Semakin mudah kamu mendapatakan narasumber dan referensi, semakin mudah pula dalam mengerjakan skripsi. Jangan biarkan kelulusanmu terhambat karena idealismemu.

Pilih dosen pembimbing yang peduli dan akrab denganmu

Dosen pembimbing sering menjadi momok nomor satu dalam mengerjakan skripsi. Alasan yang sering diberikan mahasiswa adalah dosen susah ditemui, sibuk, jarang mengecek draft revisi skripsi. Jika alasan tersebut yang dimaksud, maka sebisa mungkin untuk menghindarinya. Karena jika tidak, kita akan terasa berat dalam mengerjakan skripsi. Pastikan pula dosen tersebut juga menguasai topik yang kamu pilih. Sehingga dalam konsultasi bimbingan akan lebih mudah.

Cari teman sesama pejuang skripsi

Terkadang dalam menyelesaikan skripsi kita merasakan jenuh. Untuk menghindari kejenuhan maka carilah teman yang juga sedang menyelesaikan skripsi. Ketika kamu perlu ke perpustakaan ajaklah dia, begitu pula ketika pergi ke kampus untuk bimbingan. Dengan kalian mendapatkan teman yang sedang menyelesaikan skripsi, maka kalian dapat sambil diskusi dan juga saling memotivasi satu sama lain.

Jalinlah kedekatan dengan dosen pembimbing dan narasumber

Dosen pembimbing terkadang membuat kita merasa muak. Tapi perlu kita ketahui apakah itu adalah sifatnya atau hal itu timbul karena kita tidak dekat dengan dosen pembimbing tersebut. Banyak dari hal yang timbul adalah karena kita yang seperti tidak antusias dalam mengerjakannya. Sehingga dosen pembimbing seperti menimpalinya sebagai respon atas apa yang kita lakukan. Begitu pula dengan narasumber yang akan kita wawancarai. Jika hal tersebut terjadi maka skripsi kita akan terlambat dan juga telat untuk lulus.

Percayalah teman-temanmu akan membantu

Banyak dari kita yang takut bahwa kita berjuang sendirian tanpa adanya kawan. Hal ini harus kita buang jauh-jauh. Karena mindset tersebut akan membunuh diri sendiri. Siapa teman yang senang jika kawannya belum lulus? Dipastikan tidak ada. Teman-temanmu pasti akan membantumu, dalam hal ini bukan membantu untuk menggantikanmu mengerjakan skripsimu. Tetapi dalam hal lain, seperti memberi ide-ide, masukan, serta dapat mengubah suasanya menjadi lebih gembira. Ingat bahwa kamu tidak sendiri, teman-temanmu akan siap membantumu jika dibutuhkan.

Sharing dengan teman yang sudah lulus

Terkadang kita malu untuk sharing dengan teman yang sudah lulus. Jangankan sharing, bertemu saja seakan malunya setengah mati. Malu karena kamu belum lulus. Jangan kamu merasa malu karena temanmu tidak akan “mengetawaimu”. Bahkan dengan kamu sharing terhadapnya, maka pengalamannya akan membuatmu merasa untuk bersemangat lagi. Juga ide-ide yang mungkin bisa mereka sampaikan untukmu. Ini juga dapat menjadi motivasi untuk kamu segera lulus.

Buatlah target per hari

Target adalah sesuatu yang akan kamu capai. Buatlah target kecil setiap hari. Misalnya, setiap hari kamu harus menyelesaikan 3 lembar. Dengan menetapkan target per hari maka skripsimu tidak akan terasa berat. Jangan menunda-nunda pekerjaan. Seperti tugas kuliah, skripsi yang ditunda-tunda untuk dikerjakan akan terasa berat jika mengerjakannya secara langsung dengan skala yang besar. Kamu bisa untuk istirahat main di waktu weekend tetapi pastikan kamu sudah membuat target sebelumnya.

Kerjakan skripsi ditempat yang kamu sukai

Skripsi terkadang membuat kita bosan dalam mengerjakannya. Maka dari itu dapat kita kerjakan ditempat yang kita sukai semisal cafe, perpustakaan, dan lainnya. Ide terkadang datang ditempat yang tak terduga seperti tempat yang kita sukai. Dengan mengerjakan ditempat yang disukai maka membuat pikiran lebih fresh dan produktif lagi.

Kerjakan skripsi sambil santai? Boleh banget!

Terlalu fokus dan juga serius terkadang membuat kita jenuh dan monoton. Kamu dapat mengerjakannya 30 menit lalu istirahat 10 menit kemudian lanjutkan lagi mengerjakan skripsimu. Dengan istirahat 10 menit kamu dapat melihat sosial media, nonton tv dan lain sebagainya. Perlu diingat untuk tidak terlalu lama istirahat karena akan membuatmu malas memulainya kembali.

Bayangkan hal yang akan kamu ingin lakukan ketika sudah lulus

Dengan berandai-andai melakukan hal yang ingin dilakukan ketika sudah lulus akan memotivasimu untuk giat dalam menyelesaikan skripsi. Hal yang ingin dilakukan hanya dapat kamu lakukan setelah kamu lulus. Maka dari itu memicumu kembali dalam menyelesaikannya.

Ingat kedua orang tuamu

Ini merupakan salah satu point penting. Ingatlah orang tuamu dalam menyelesaikan skripsi. Ingatlah bahwa mereka semakin tua untuk dapat membiayaimu kuliah. Dengan kamu lulus secara cepat maupun tepat waktu itu akan membantu orangtuamu. Bila perlu pasanglah wallpaper atau foto orangtuamu ditempat kamu mengerjakan skripsi. Sehingga ketika kamu merasa malas dalam mengerjakan skripsi akan teringat dengan jerih payah orangtuamu.

Niat, percaya diri dan yakin kamu bisa

Ketiga hal tersebut akan membuat dirimu merasa terpacu untuk menyelesaikan skripsimu. Ingat, dalam mencapai kesuksesan pasti ada halangan yang mengganggu. Ketika kamu revisi skripsi atau atau mengalami kendala, jadikan itu pelecut semangat sebagai bagian daripada usaha. Karena usaha pasti selalu ada kendala. Ketika temanmu bisa menyelesaikannya, mengapa kamu tidak.