MelangkahYuk – Jalur yang kita tempuh untuk mencapai ke gunung ini sama dengan perjalanan ke Gunung Sindoro. Jika dari Purwokerto naik bus jurusan Semarang, melewati Wonosobo, begitu juga sebaliknya. Jika ke Gunung Sindoro kita turun di Kledung, tapi untuk mencapai Gunung Sumbing kita harus turun di depan gapura Garung. Desa ini terletak di jalan arah Wonosobo. 

Dari gapura menuju basecampe sekitar 500 meter, kurang lebih 15 menit berjalanan kaki atau juga bisa naik ojek. Di desa Garung ini tidak ada tempat penginapan untuk bermalam. Tetapi, kita bisa bermalam di rumah Pak Lurah Desa Garung, sekaligus mencari informasi mengenai Gunung Sumbing.

Waktu yang ditempuh untuk mencapai puncak kira-kira sekitar 8 jam dengan jarak 7 km. Mulai dari Basecamp kita sudah melalui lajur yang menanjak. Setelah tanjakan pertama kita akan melalui kebun sayur, namun treknya tetap menanjak.

Peta jalur pendakian via Garung
Peta jalur pendakian via Garung

Jalur lama sudah jarang dipakai karena terlalu terjal untuk pendakian dan juga kurang aman. KM IV dimulai dari Bosweisen (batas antara ladang dan hutan) Kondisi trek tanah liat dan tanah merah berpasir, di kanan kiri terdapat rerumputan dan pepohonan kecil. Perjalanan akan semakin menanjak dengan melewati dua buah bukit yakni bukit Genus dan Sedlupak. Trek berupa tanah merah berpasir.

Jalur baru setelah melewati ladang pertanian tibalah kita di perbatasan hutan di kawasan Bosweisen yang merupakan batas KM III. Kondisi trek berupa tanah liat dan tanah merah berpasir. Di sepanjang kawasan ini kita bisa menemui beberapa jenis burung dan ayam hutan. Lalu melalui hutan pinus.

Setelah melalui sungai di Kedung kita sampai di Pos I. Perjalanan selanjutnya kita akan tiba di Pos II (Gatakan) pada ketinggian 2.240 mdpl. Di pos ini pendaki bisa mendirikan tenda, dibandingkan dengan tempat lain, tempat ini cukup terlindung dari angin kencang, dan juga pendaki bisa mengambil air bersih dari sungai yang lokasinya tidak terlalu jauh.

Di Pestan (Peken Setan/Pasar Setan) pada ketinggian 2.437 mdpl, ada tempat terbuka yang cukup luas, pendaki bisa mendirikan tenda untuk beristirahat. Di sini jalur lama dan jalur baru bertemu. Kawasan ini berupa padang rumput dengan sedikit pohon kecil, sehingga anginnya lumayan kencang. Dan juga pendaki harus waspada karena sering ada badai yang lumayan besar dan berbahaya. Kondisi trek berupa tanah merah berpasir.

Kemudian kita sampai di Pasar Watu, disini banyak terdapat batu berserakan. Di depannya dinding batu berdiri. Jalur disini kelihatannya rawan soalnya benar-benar terbuka dengan kanan dan kiri jurang. Pendaki harus mengambil jalan kekiri sedikit menurun mengelilingi dinding batu terjal. Jangan mengambil jalan lurus dengan cara memanjat dinding terjal ini karena jalur ini buntu.

Lalu kita akan tiba di Watu Kotak pada ketinggian 2.763mdpl sebuah batu yang besar seperti kotak yang memiliki ceruk, bisa digunakan untuk berlindung dari tiupan angin dan hujan. Di tempat ini terdapat sedikit ruang untuk mendirikan tenda kecil. Di sini para pendaki dilarang buang air sembarangan, karena tempat ini merupakan salah satu tempat yang keramat.

Kemudian kita akan melalui Tanah Putih, yang berupa batuan kapur. Jalur sangat berat, terjal dan berbatu, sebaiknya berhati-hati karena batu-batu mudah jatuh dan menggelinding ke bawah baru kemudian sampai di puncak. Untuk menuju kawah, kita ambil arah sebelah kanan sedangkan untuk mencapai puncak lurus ke atas. Di puncak gunung ada musang gunung yang hidup di lubang-lubang batu di dinding kawah. Musang ini dengan berani mendekati para pendaki untuk mencari sisa-sisa makanan.

Itulah yang bisa saya sampaikan tentang rute Pendakian Gunung Sumbing, semoga bermanfaat 🙂